Penyebab Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati di mana perasaan sedih, kehilangan, dan putus asa yang luar biasa mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi di rumah atau bekerja. Ada banyak penyebab depresi, termasuk faktor psikologis, biologis, dan lingkungan.

Mereka dengan PD memiliki ketidakseimbangan neurotransmitter tertentu (bahan kimia otak) yang mengatur suasana hati yang diduga memainkan peran utama. Seperti tremor dan gejala motorik PD lainnya, depresi dapat diperbaiki dengan obat-obatan. Faktor-faktor berikut dapat berkontribusi pada perkembangan depresi.

Faktor psikologi

    Pikiran negatif selain sikap tentang hidup dengan penyakit kronis dapat menyebabkan perasaan sedih, tidak berdaya dan putus asa. Berpegang pada perasaan-perasaan ini dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap depresi.

    Isolasi sosial atau kurangnya jaringan sosial yang mendukung yang dihasilkan dari gaya hidup yang lebih terbatas. Hal-hal seperti pensiun dini atau kehilangan kemerdekaan membuat depresi lebih mungkin terjadi.

Faktor Biologis

    Sejarah masalah kesehatan mental. Penelitian menunjukkan banyak orang dengan PD mengalami depresi atau kecemasan dua sampai lima tahun sebelum diagnosis PD, yang dapat berarti bahwa depresi bukan hanya reaksi psikologis terhadap penyakit, tetapi merupakan bagian dari proses penyakit yang mendasarinya.

    Perubahan di otak. PD dan depresi mempengaruhi bagian fisik otak yang sama yang terlibat dalam pemikiran dan emosi. Juga, kedua kondisi mempengaruhi tingkat tiga neurotransmiter penting (dopamin, serotonin dan norepinefrin) yang mempengaruhi suasana hati dan gerakan.

Faktor lingkungan

    Stres berat. Orang yang didiagnosis dengan penyakit kronis sering mengalami depresi. Bagi sebagian orang, kesusahan yang terus-menerus mengatasi krisis kehidupan seperti itu memicu gangguan itu.

    Efek samping dari obat-obatan. Obat resep tertentu dapat menyebabkan gejala yang menyerupai depresi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar